Tampilkan postingan dengan label MUHAMMADIYAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUHAMMADIYAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Maret 2017

Renungan Kader


Seusai tahajjud kumerenung lagi
siapa, kemana diri hina ini
lama kutertidur dalam duniaku
nanarku memandang alam sekelilingku
Beribu mujahhid berguguran sudah
beribupun nampak semakin merenta
namun kebatilan tiada kunjung sirna
bahkan semakin menyesakkan dunia
Kini tiba waktu tuk tampilkan diri
derita ummatku tak sabar menanti
dalam ikatanku tlah bersemi janji
hidup di jalannya atau mati syahid
download video: Video Renungan Kader

Senin, 13 Februari 2017

LID : Sukses mencetak 12 Sinar Muhammadiyah

31 Oktober-05 November 2016, PC IMM Koatawringin Timur telah melaksanakan Latihan Instruktur Dasar Regional Kalimantan. Dengan jumlah peserta 12 orang. kegiatan ini dilaksanakan di Balai Penataran Guru Kotim selama 7 hari. Kader lulusan LID ini diberi nama 12 sinar Muhammadiyah, pasalnya jumlah peserta yang dimengucapkan ikrar instruktur berjumlah 12 orang, sama dengan jumlah sinar Muhammadiyah.

"Harapan kami selaku penyelenggara, 12 kader ini nantinya mampu menyinari penjuru Kalimantan dalam mengemban misi dakwah khususnya perkaderan ikatan". Ujar Immawati Ayu Oktarizza, Ketua Umum PC IMM Kotim.

Ia juga menambahkan, "Semoga kegiatan ini, menjadi spirit baru bagi IMM Kotim untuk melaksanakan agenda besar lainnya, kami berharap IMM Kotim menjadi barometer perkaderan di Kalimantan Tengah. Meskipun harus perlu banyak perjuangan lagi untuk mengarah ke sana".





Rabu, 12 Oktober 2016

Pertemuan PD Muhammadiyah dan AMM Kotim

Selasa, 11 Oktober 2016, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kotawaringin Timur adakan pertemuan bersama Ayahanda Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kotawaringin Timur. Memang diakui pasca Musyawarah Daerah Muhammadiyah beberapa bulan silam, intensitas pertemuan formal ayahanda dan 'anak-anak'nya ini mulai menurun.

Dalam kesempatan tersebut, ternyata banyak ide-ide yang digagas oleh angkatan muda, disamping menyampaikan permasalahan-permasalahan yang mulai dihadapi AMM. Ayahanda Khilmi Zuhroni,S.Fil.I selaku Wakil Sekretaris PD Muhammadiyah Kotim mengutarakan bahwa, "Antara PD Muhammadiyah dan AMM harus selalu berkomunikasi guna merumuskan pergerakan Muhammadiyah di Kotawaringin Timur kedepannya".

"AMM harus selalu bersinergi, IPM dan IMM merupakan ujung tombak perkaderan, karena dua ortom inilah yang bertugas menjaring kader, sehingga baik Pimpinan Muhammadiyah dan ortom lainnya, harus memberikan support bagi mereka. Selanjutnya, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah merupakan kakak pertama yang seharusnya sudah mulai melakukan gerakan kembali ke masyarakat, melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat. Sebagaimana alasan lahirnya Pemuda Muhammadiyah. Selanjutnya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) juga berkewajiban menghidupi ortom". Lanjut Beliau. 

Pertemuan ini menghasilkan beberapa putusan yaitu, (1) Pertemuan antara PD Muhammadiyah dan AMM 2 (dua) minggu sekali, (2) Rencana Darul Arqam AMM, dll.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Wanita Haid Masuk Masjid


Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya wanita yang sedang haid membaca Al-Qur'an, masuk Masjid, memotong kuku, dan memotong rambut?

Jawaban:

Tentang wanita yang haid membaca Al-Qur'an, para Imam Mazhab berbeda pendapat, Imam Hanafi membolehkan orang yang junub membaca ayat bila kurang dari satu ayat. Imam Malik membolehkan orang yang sedang haid membaca Al-Qur'an,tetapi tidak membolehkan orang yang junub membaca Al-Qur'an. Imam Syafii dan Imam Ahmad tidak membolwhkan orang junub dan wanita yang haid membaca Al-Qur'an walau kurang dari satu ayat. 

Ada beberapa riwayat yang melarang orang yang haid membaca Al-Qur'an, seperti Abu Dawud, At-Tirmidzy, dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar yang artinya:

Nabi saw, bersabda: "Janganlah orang yang sedang junub dan haid membaca sesuatu Al-Qur'an"

Demikian pula riwayat Ad-Daruquthny dari Jabir bin Abdullah, yang artinya:

Nabi saw bersabda: "Janganlah orang yang sedang haid dan jangan pula orang yang sedang nifas, membaca sesuatu dari Al-Qur'an"

Kedua riwayat itu termasuk tidak dapat dijadikan hujjah, karena keduanya munkar, sehingga dalil yang melarang orang sedang haid membaca Al-Qur'an dan sebagainya tersebut, yaitu mauk masjid, memotong rambut dan kuku adalah tidak ada. Maka dikembalikan pada hukum asal, yakni BOLEH


sumber: Tanya Jawab Agama 1 Tim Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah

Kamis, 06 Oktober 2016

PERKADERAN : BIDANG KADER PC IMM KOTAWARINGIN TIMUR AKAN SELENGGARAKAN LID

LATIHAN INSTRUKTUR DASAR (LID)
REGIONAL KALIMANTAN
OLEH PIMPINAN CABANG IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH KOTAWARINGIN TIMUR





Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ”Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu penge-tahuan beberapa derajat. Dan Allah meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mngetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS 58:11)


Perkaderan mempunyai peranan penting dalam keberlangsungan organisasi. Dinamisasi organisasi entah itu mengalami stagnansi atau kepesatan dalam berkarya adalah merupakan  implementasi sekaligus parameter berhasil atau tidaknya perkaderan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mendeklarasikan diri sebagai organisasi kader sudah seharusnyalah untuk senantiasa berbenah sehingga tidak mengalami kejumudan dalam organisasi. Selain hal tersebut perkaderan juga memiliki peran penting untuk regenerasi keberadaan organisasi.
Tri Kompetensi Dasar IMM, yaitu intelektual, humanitas dan religiusitas sebagai identitas IMM, itulah seharusnya yang dimiliki oleh setiap kader IMM. Perkaderan yang dilakukan oleh IMM pun juga harus berlandaskan terhadap identitas tersebut. Oleh sebab itu kaderisasi yang dilakukan, Pertama haruslah mampu memberi penguatan kecerdasan spiritual. Yaitu, pembinaan menuju pada keyakinan terhadap nilai-nilai transenden dan menjadikan Islam sebagai wujud kepasrahan yang termanifestasikan dalam kehidupan kader. Kedua, kaderisasi yang mentradisikan kecerdasan intelektualitas. Setiap kader dituntut untuk selalu kritis dan mampu melakukan pembacaan terhadap realitas dengan bekal ontology dan epistemology yang dimilikinya. Ketiga, kaderisasi yang berbasis pada pemupukan kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial ini ditandai dengan keberanian melakukan gerakan aksi (praksis gerakan) dengan beragam variasi metodologi guna melakukan pencerahan ummat.
Adapun masalah mendasar yang kami hadapi saat ini adalah kurang tersedianya instruktur perkaderan yang mampu mengader secara profesional. Oleh karena itu, kami pimpinan cabang, utamanya bidang kader merasa perlu untuk mengadakan  LID (Latihan Instruktur Dasar) dengan tujuan ingin melahirkan instruktur-instruktur yang berkualitas dan militan.
Semoga segala harapan dan cita kami dimudahkan dan di ridhoi Allah SWT, sehingga terciptanya kader-kader yang mampu mensinergikan antara intelektual, humanitas dan ke-religiannya dapat terwujud dan dapat menjadi pencerah bagi umat, Amin.



Senin, 19 September 2016

Teruntuk Kader Ikatan, Melati Kuncup (Kotawaringin Timur)




Prolog
Segala puji bagi Allah yang menga-nugerahkan kita potensi akal, potensi hati, dan potensi nafsu, maka sebaik-baiknya ma- nusia adalah yang dapat mengendalikan dan memanfaatkan potensi tersebut. Sebuah tuli- san yang mungkin terlihat masih canggung akan anda baca sesaat lagi. Tulisan ini terun- tuk kader IMM Kotawaringin Timur, selepas hajatan besar dua komasariat (read: DAD) beberapa hari lalu, maka saya mendedika- sikan tulisan ini sebagai titik balik semangat awal bagi seluruh kader.
Bukan seorang penyair, bukan penulis yang handal, bahkan ini merupakan coretan pertama yang dengan susah payah diimple-mentasikan dalam sebuah tulisan. Pelajaran ini didapat dari DAD, waktu itu ayahanda PD Muhammadiyah Majelis Perkaderan Kotawa-ringin Timur mengatakan mulailah menulis, tulislah apa yang kamu pikirkan, jangan hentikan pikiranmu, tulislah!. Sesaat lagi metode ini akan saya implementasikan, silah- kan disimak semoga bermanfaat.
Teruntuk Kader Ikatan, Melati Kuncup
Kini kita memulai babak baru, dinamika perkuliahan, gejolak jiwa menuju peralihan putih-abu-abu menuju merah maron. Ini bukan sekedar perbincangan warna. Memilih IMM bukan sekedar memilih untuk organisasi atau berkegiatan, tapi lebih dari itu. Memilih IMM berarti berani berprinsip sesuai dengan nilai dasar ikatan. Saya sering mengatakan IMM itu hanyalah sebuah nama, tidak terlihat dan tidak berbentuk. Analoginya, jika kursi, rumah, pohon dan benda lainnya itu bisa dilihat dan jelas wujudnya, tapi IMM, siapa yang bisa menunjukkan mana itu IMM?.
IMM dapat berwujud, dapat terlihat besarnya melalui perilaku anggota atau kader-kadernya. Itulah IMM, ia hanya memiliki “sifat”, yang sifatnya itu harus diwujudkan oleh setiap kader-kadernya. Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas merupakan sifat, prinsip, ciri dari IMM, yang selanjutnya disebut dengan Tri Kompetensi IMM.
Mungkin diantara kita masih menerka-nerka, apa itu Tri Kompetensi yang muatannya Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas. Maka menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Immawan Beni Pramula mengungkapkan maksud dari istilah-istilah di atas.
Konsep religius yang terpampang dalam trilogy Ikatan adalah merupakan bingkai gerakan IMM dalam melihat realitas tidak terlepas dari nilai teologis yang di dasari Al-Qur’an, surat Ali-Imron 104 dan 110, membangun semangat Tauhid. Di tengah dominasi pandangan tentang dunia yang materialistik sekarang ini, maka IMM harus memandang bahwa jagat raya adalah sesuatu yang datang dari Tuhan, sadar dan responsif terhadap tuntutan spiritual serta aspirasi manusia. 
Sudah cukup lama istilah intelektual terpasung dalam pemaknaan sempit. Inteletual hanya dimaknai dan berkutat dalam kerja-kerja akademik. Semestinya intelektualitas harus bergerak secara kritis dan progresif serta bebas dari belenggu mantra-mantra “penelitian ilmiah” yang cenderung mengerdilkan kebebasan berfikir dan melupakan peringatan Allah dalam Al-Qur’an “afalaa yatafakkaruun”.
Humanitas secara sederhana ialah kemasyarakatan. Dalam melakukan perubahan tidak bias dilakukan dengan segudang konsep, yang tak kalah pentingnya adalah perjuangan mewujudkan konsep. Pada fase ini dibutuhkan kerja keras, semangat, kesabaran, ketabahan, dan stamina yang besar. Yang perlu disadari oleh kader IMM adalaha dalam mewujudkan perubahan peradaban kemajuan dalam kehidupan. (Beni Pramula, Setengah Abad IMM; Merebut Momentum, Meretas Zaman, Menduniakan Gerakan, Mediatama Indonesia, Jakarta, 2014. h 6-9).
Secara singkat saya berpendapat Religiusitas versi IMM, minimal kader IMM dapat menjadi aktivis masjid, menjadi pelopor bagi mahasiswa di kampus untuk bersegera sholat ketika seruan dikumandangkan, menjalankan aktivitas ibadah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah, mengembangkan gerakan dakwah minimal di lingkungan kampus dan seterusnya. Tak usah muluk-muluk, jika hal-hal kecil ini dapat dilaksanakan oleh seluruh kader IMM maka slogan “Anggun dalam Moral” bukanlah sekedar teriakan belaka. 
Inteletualitas, wawasan dan keilmuan mutlak dimiliki oleh seluruh kader IMM, jangan berbicara ingin meluruskan kiblat bangsa, menjadi problem solver bagi masyarakat, apalagi menduniakan gerakan, sementara pengetahuan kita tak pernah diperluas. Penyakit yang sering muncul dalam tubuh ikatan ialah malasnya kader dalam membaca, menggali wawasan, mengikuti kajian, telaah buku dan lainnya. IMM kini telah besar, tantangan makin membayang bagai raksasa. Jangan berpikir ingin mencari atau menjaring kader sebanyak-banyaknya sementara kita sama sekali tak mampu menga-yomi dan membimbing. Bukan kapasitas kemampuan kita yang tak mampu, hanya saja kita jarang mengasah potensi akal, sehingga pengetahuan kita hanya itu-itu saja, yang disampaikan itu-itu saja, bahkan tidak berani mengikuti diskusi tukar pikiran, karena tak pernah mau belajar. Sebagai kader IMM mari menjadi para intelektual, dimulai dari hal kecil, perbanyaklah membaca, melihat, dan mendengarkan gejala yang ada disekitar.
Intelektualitas sejatinya bukan sekedar kita pintar dan unggul dibangku kuliah namun implementasinya begitu lemah. Seorang intelektual justru mampu mengapli-kasikan keilmuannya dalam bertindak. Anies Baswedan berpesan bahwasanya, jadilah mahasiswa yang tidak hanya belajar dibangku kuliah, tapi juga diluar ruang kuliah (organisasi), sebaliknya jangan sekedar jadi aktivis diluar, tapi jadilah aktivis di dalam ruang kuliah. Simpulannya ialah jadilah akademisi dan aktivis yang seimbang. 
Humanitas, menjadi sebuah keharusan bahwa IMM merupakan gerakan non-profit, bergerak tidak dibayar, tidak digaji dan merupakan gerakan social, maka nilai-nilai humanitas (kemasyarakatan) harus mengakar dalam hati seorang kader. Kepekaan sosial, lebih-lebih keshalihan sosial yang merupakan amanat Al-Qur’an, salah satunya dalam surah Al-Ma’un yang merupakan spirit gerakan dakwah sosial Muhammadiyah. Maka sebagai anak bungsu (menurut kelahirannya) yang lahir dari rahim “sinar sang Surya” selayaknyalah nilai-nilai kemanusiaan itu dapat diaktualisasikan oleh kader IMM.
Maka singkat kata, kalimat yang senantiasa terlontar dari mulut ini, “Tolong hidupkan IMM dalam dirimu” setiap kali menyambut kader baru penuh harapan. Sebenarnya bukan menjadi sebuah permohonan namun keharusan. Rutinitas yang ada dalam rumah merah-maron sejatinya tidak terhenti sampai pada atribut jas dan lambang pena berlapis tiga warna itu saja. Kembali lagi, memilih IMM adalah menentukan prinsip hidup, setelah selesai di IMM, selanjutnya bertransformasi ke FOKAL, Pemuda Muhammadiyah – Nasyiatul Aisyiyah, dan selanjutnya memegang tampuk kepemimpinan Muhammadiyah – Aisyiyah, atau bahkan Amal Usahanya, maka berfikirkan, bersiaplah, berubahlah.

Billahi fisabililhaq, fastabiqul khoirot.

-IMMawati Ayu Oktarizza-
-Ketua Umum PC IMM Kotim-

Bahasa Sampit dan Kaum Milenial (dalam buku Kata Milenial tentang Bahasa Sampit)

Menjadi salah satu anak muda yang lahir dengan menyandang predikat generasi milenial, memang sangat beruntung. Kemampuan multitasking yan...